BATAM - Investor Brunei Darussalam, khususnya Randow Sdn Bhd tertarik berinvestasi dalam pengembangan pembangunan infrastruktur di Batam seperti pembangunan Jembatan Batam-Bintan, pengembangan Pelabuhan Batuampar dan Industri Biodiesel
Sinyal ini didapat dari kunjungan Pemko Batam bersama Otorita Batam dan sejumlah instansi vertikal ke Brunei Darussalam 23 hingga 24 Mei 2006 lalu.
Pimpinan rombongan Ria Saptarika yang juga Wakil Wali Kota Batam memaparkan hasil kunjungan selama dua hari itu dalam ekspos kunjungan ke Brunei, kemarin (31/5) di Kantor Wali Kota Batam.
“Promosi investasi dan peluang usaha di Batam difasilitasi pihak KBRI Bandar Sri Begawan di Aula KBRI. Sambutan dari Dubes RI Pak Herijanto Suprapto sangat bagus. Kawan-kawan dari Pemko Batam, OB, termasuk Kadinda Batam, Asita, Kantor Pajak, Imigrasi dan Bea Cukai memaparkan kondisi Batam di hadapan para pengusaha dan kalangan pemerintah Brunei. Mereka tertarik dan dijadwalkan tanggal 21 Juni nanti ke Batam,” kata Ria.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Syamsul Bahrum menembahkan, hal terpenting saat ini adalah memfollow up setelah kunjungan itu. Peluang bagus yang didapatkan dari hasil kunjungan di antaranya, ternyata investor Brunei tertarik berinvestasi di bidang perhotelan. “Mereka tertarik mengembangkan hotel yang sudah mati maupun yang pembangunannya terbengkalai, seperti Purajaya dan Nan Tongga,” kata Syamsul.Proyek lain adalah Batam Marine Culture.
Penjabat Sementara (Pjs) Kabiro Humas dan Pemasaran OB Tri Novianta Putra mengatakan, dalam kunjungan ke Brunei, OB sempat melakukan business matching dengan Rondow Sdn Bhd. “Kita presentasi di hadapan langsung Presiden Direktur randow Dato Paduka Wahab Hj Mohammad Said berkaitan sejumlah pembangunan proyek infrastruktur di Batam, beliau sangat tertarik,” kata Tri.
Kata Tri, investor lebih tertarik kepada pembangunan Jembatan Batam-Bintan, pengembangan Pelabuhan Batuampar dan Industri Biodiesel. Dalam berinvestasi Randow dengan kepemilikan 100 persen, nilai minimum investasi mereka 500 juta dolar AS.